|
Apakah rumah bisa didesain dengan pendekatan
hemat listrik? Listrik adalah energi yang terbarukan (dapat dibuat lagi
berulang kali) yang berasal dari pengolahan sumber energi lain sebagai
pemicunya. Dewasa ini, suplai listrik ke rumah-rumah penduduk semakin
berkurang, diakibatkan oleh makin menipisnya sumber energi yang dipakai
untuk memproduksi listrik, yaitu energi kinetik air, minyak bumi dan
sumber lainnya seperti batubara dan panas bumi. Hal ini mengakibatkan
harga listrik juga semakin mahal dan menipis. Masih ingat himbauan
pemerintah untuk mematikan alat-alat listrik yang tidak diperlukan selama
jam-jam tertentu di malam hari?

Ruangan tempat hidup sehari-hari kita, sebaiknya direncanakan agar sehat,
sekaligus hemat energi
Sumber gambar: ilco, stock.xchange
Pada rancangan rumah, bila masalah energi
ini diperhatikan, akan dapat menghemat dana untuk membeli listrik.
Sekarang ini, sudah saatnya masing-masing pemilik rumah untuk
memperhatikan hal ini, dari awal sewaktu mendesain sebuah rumah. Istilah
yang cukup populer saat ini adalah 'rumah hemat energi', yang sebenarnya
tren-nya sudah ada dimulai dari berbagai negara yang berkembang lebih maju
dari negara kita, diakibatkan oleh krisis energi dan makin mahalnya harga
listrik.
Rumah hemat energi dapat diterapkan melalui
rancangan rumah tinggal. Penghematan ini tidak hanya berarti penghematan
dalam pemakaian alat-alat listrik saja, namun juga penghematan dari sisi
yang dapat 'terbantu' oleh desain. Sebagai contoh; pada siang hari tidak
memakai listrik sama sekali untuk pencahayaan buatan yaitu lampu-lampu
dalam rumah. Siang hari kita juga tidak perlu menggunakan AC untuk
mendinginkan udara, karena rumah kita cukup sejuk dan dingin tanpa AC.
Penerangan buatan (lampu-lampu)
Penerangan dibutuhkan agar mata kita
merasa nyaman bila melihat dan beraktivitas. Tingkat kenyamanan ini
sebenarnya relatif bagi setiap orang. Ada orang yang merasa nyaman
dengan penerangan yang relatif sedikit (gelap) dan ada pula yang merasa
nyaman bila ruangannya terang benderang dengan cahaya. Bila dirasa
kurang terang, kebanyakan solusi yang dipakai adalah menambah
pencahayaan buatan dengan memasang lampu-lampu. Penerangan buatan ini
tidak diperlukan bila pencahayaan alami pada siang hari dirasa sudah
cukup.

Ruangan dengan warna putih atau warna terang lainnya, dapat menjadi
lebih terang karena pantulan cahaya dari tembok ruang tersebut. Lain
dengan warna tembok gelap yang menyerap cahaya.
Sumber gambar: Remind, stock.xchange
Bila kita bisa memaksimalkan penggunaan
cahaya alami dari matahari pada pagi hingga sore hari, mengapa kita
harus menggunakan pencahayaan buatan? Maka penghematan yang bisa
dilakukan dalam hal ini adalah memaksimalkan penggunaan cahaya matahari
alami untuk menerangi ruangan pada pagi hingga sore hari tanpa bantuan
cahaya buatan.
Cara untuk melakukan itu adalah melalui
perencanaan perletakan ruang-ruang yang baik, sekaligus dapat menjadi
penyedia alternatif dari cahaya yang diperlukan agar kegiatan dalam
rumah menjadi nyaman. Tingkat kenyamanan itu tentu saja relatif dan
hanya penghuni sebenarnya yang dapat mengukur tingkat kenyamanan dari
banyaknya cahaya yang masuk dalam rumah. Para perancang atau arsitek
dalam hal ini mengambil asumsi terbaik untuk memperkirakan seberapa
banyak cahaya matahari dapat masuk dalam rumah, baik secara langsung
maupun dipantulkan.
Arsitek memiliki berbagai acuan untuk
menentukan banyaknya cahaya yang sebaiknya masuk dalam rumah, antara
lain;
Arsitek juga sebaiknya memiliki
pengetahuan yang cukup agar cahaya matahari yang masuk dapat maksimal
mendukung kegiatan dalam rumah tinggal. Dalam hal ini arsitek dapat
memperkirakannya melalui pengalaman. Selain itu ilmu spesifik yang dapat
membantu memperkirakan banyaknya cahaya dalam ruangan juga ada dalam
ilmu arsitektur, yang hasilnya dapat menjadi sebuah acuan dalam
rancangan rumah, yang menentukan berapa banyak lampu yang dibutuhkan,
jendela yang dibutuhkan, dan berapa lumens (satuan ukur intensitas
cahaya) sebaiknya hadir dalam sebuah ruangan.
Perlu diperhatikan pula besarnya cahaya
yang masuk dari sinar matahari dari luar, dapat mengakibatkan suasana
ruang yang lebih panas, yang akibatnya juga pada penggunaan AC maupun
penghawaan alami. Bila rumah kita menggunakan AC, suasana panas akibat
terlalu banyak cahaya matahari masuk juga mengakibatkan beban pendingin
udara makin besar, sehingga beban listrik dan biayanya juga membengkak.
Tips untuk menghemat listrik penerangan
antara lain:
- Gunakan lampu hemat listrik daripada
lampu pijar
- Matikan lampu saat meninggalkan
ruangan atau tidak memakai ruangan.
- Buatlah perencanaan titik-titik ampu
yang efisien; yaitu dengan tidak menggunakan saklar yang
menghidupkan beberapa lampu sekaligus, karena bila kita ingin
menghidupkan salah satu lampu, semua lampu jadi menyala.
- Letakkan lampu ditempat yang cukup
rendah dan dapat melayani lebih banyak ruang.
- Letakkan saklar ditempat yang mudah
dihidup-matikan, misalnya didekat pintu, agar memudahkan kita
mematikan lampu saat hendak meninggalkan ruangan.
Air Conditioner (AC)
pendingin udara
Sama dengan pencahayaan, tingkat suhu dan
kelembaban udara juga relatif bagi setiap orang. Tingkat suhu yang
nyaman bagi tubuh manusia adalah derajat Celcius. Pada tingkat suhu
nyaman ini, tubuh dapat bermetabolisme dengan normal. Bila suasana
terlalu dingin atau terlalu panas, tubuh kita akan memberikan reaksi.
Bila terlalu dingin kita menggigil, pembuluh darah menyempit. Bila
terlalu panas, tubuh berusaha mengeluarkan panas tersebut melalui kulit,
nafas dan sebagainya.
AC dibutuhkan untuk membantu mencapai
suhu ruangan yang cukup nyaman bagi kita. Di negara kita, terutama di
kota-kota besar yang semakin panas, keberadaan AC adalah untuk
mendinginkan udara. Sementara itu di negeri yang dingin atau memiliki 4
musin, AC yang dibutuhkan adalah yang dapat menaikkan suhu udara (pemanas).

Gambar: AC
sumber: http://akuinginhijau.files.wordpress.com/2007/04/standar.gif
AC mengambil bagian yang cukup banyak
dari penggunaan energi listrik. Penggunaan AC dapat menjadi kurang
efektif bila terjadi kebocoran udara sehingga AC bekerja lebih berat dan
mengkonsumsi listrik lebih besar. Cara yang patut diperhitungkan untuk
mengurangi pemakaian AC bahkan menghilangkah kebutuhan akan AC adalah
dengan menggunakan penghawaan alami. Yang dimaksud penghawaan alami
adalah suatu cara mengalirkan udara yang segar sehingga membantu
mendinginkan udara. Bila kita menggunakan AC, sedapat mungkin udara
didalam ruangan tersekat dengan baik.
Dalam kasus menggunakan kipas angin,
misalnya. Kipas angin mengalirkan udara lebih cepat sehingga
molekul-molekul udara bersentuhan dengan kulit dan membantu mengeluarkan
panas dari dalam tubuh. Meskipun demikian, suhu udara sebenarnya masih
tetap sama, sehingga aliran udara adalah sebab kita merasa lebih sejuk.
Menggunakan AC berarti juga mendinginkan udara sehingga udara bisa turun
suhunya, tanpa pergerakan udara pun, suasana sudah tidak terasa 'gerah'.
Tanaman dapat membantu menurunkan suhu
udara disekitar rumah, karena keberadaannya menyerap sinar ultraviolet,
menyaring udara lewat proses fotosintesis. Tidak heran bila rumah yang
dikelilingi tanaman terasa lebih sejuk, terlebih bila ruangan itu
memiliki langit-langit yang tinggi. Tanaman sangat dianjurkan untuk
memberikan sumber kesehatan alami pada bangunan rumah, termasuk udara
alami yang dingin dan sejuk.
Tips tentang pendinginan udara:
- Bila menggunakan AC, usahakan agar
udara AC tidak keluar ruangan. Bersihkan AC secara berkala setiap
sebulan sekali, atau memanggil tukang servis/pembersih AC
- Dalam rumah tinggal, ruang-ruang yang
cukup dingin tidak perlu diberi AC, mungkin ruangan seperti ruang
tidur perlu diberi AC, hanya jika dirasa dibutuhkan.
- Gunakan plafon yang tinggi agar udara
didalam ruangan lebih sejuk. Tetap gunakan plafon untuk atap dengan
genteng, karena ruang diatas plafon dan dibawah genteng akan
menghambat panas masuk dari permukaan genteng.
- Bila tidak menggunakan AC, gunakan
jendela-jendela yang dapat dibuka-tutup, dengan harapan kita dapat
mengatur banyaknya hawa alami yang masuk.
- Tanamlah banyak-banyak tanaman dan
peneduh disekitar rumah. Gunakan area taman atau tanah yang tidak
digunakan untuk bangunan dengan semaksimal mungkin.
Peralatan memasak dan makanan; Rice
cooker/warmer, lemari es, dan sebagainya
Rice warmer dan kulkas menyala sepanjang
hari? Tentu saja banyak mengkonsumsi energi listrik bukan? Hal ini
memang dalam kehidupan modern susah untuk dihindari; ada beberapa
peralatan listrik yang tidak dapat dihindari, harus dinyalakan sepanjang
hari. Untuk lemari es, usahakan agar pintu lemari es selalu tertutup
rapat dan tidak ada kebocoran, serta hindari memasukkan makanan panas
kedalamnya karena akan memacunya bekerja lebih keras dan mengkonsumsi
lebih banyak listrik.
Televisi, tape recorder dan komputer
Dalam hal ini, komputer memegang peranan
dalam bekerja, belajar dan mendapatkan hiburan dalam rumah. Televisi
juga memegang peranan dalam memberikan hiburan. Daya listrik yang
dibutuhkan untuk kedua jenis alat ini cukup besar, sehingga disarankan
bila tidak digunakan maka sebaiknya dimatikan saja.
***
(Probo Hindarto)
|